•  
  • Situs Resmi Polres Simalungun
» SATUAN SABHARA


Sat Sabhara



TUGAS POKOK DAN FUNGSI SAT SABHARA



I. Tugas Pokok



  1. Memberikan Perlindungan,Pengayoman dan Pelayanan Masyarakat.

  2. Mencegah dan menangkal segala bentuk gangguan kamtibmas baik berupa kejahatan maupun Pelanggaran serta gangguaan keterertiban lainnya.

  3. Melakukan tindakan Represif Tahapan awal (Repawal)terhadap semua bentuk ganguan Kamtibmas lainnya guna memelihara keamanan dan Ketertiban Masyarakat.

  4. Melindungi keselamatan orang, harta benda dan masyarakat .

  5. Melakuan Tindakan Reperesif Terbatas (Tipiring dan Penegakan Perda)

  6. Pemberdayaan Dukungan Satwa dalam tugas Oprasional Polri.

  7. Melaksanakan SAR terbatas.



Dalam pelaksanaan tugasnya Sat Sabhara memiliki unit sebagai berikut :



Unit Patroli yaitu Bentuk operasional Polri yang merupakan perwujudan tindakan menghilangkan faktor niat atau pencegahan terhadap bertemunya niat dan kesempatan. Pengendali Massa (Dalmas) yaitu kegiatan dengan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan terhadap sekelompok masyarakat yang sedang menyampaikan pendapat / aspirasi didepan umum guna mencegah masuknya pengaruh pihak tertentu atau provokator. Penjagaan markas yaitu Pelaksanaan tugas kepolisian yang bersifat preventif guna mengamankan markas komando maupun lingkungan sekitarnya.



II. Fungsi Sabhara



Fungsi Sabhara merupakan sebagian fungsi Kepolisian yang bersifat preventif yang merupakan keahlian dan keterampilan khusus yang telah dikembangkan lagi mengingat masing-masing tugas yang tergabung dalam fungsi Samapta perlu menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan masyarakat. Perumusan dan Pengembangan Fungsi Samapta meliputi Pelaksanaan tugas Polisi Umum, menyangkut segala upaya pekerjaan dan kegiatan Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, Patroli, Pengamanan terhadap Hak Penyampaian Pendapat dimuka umum (PPDU). Pembinaan Polisi Pariwisata, Pembinaan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), SAR Terbatas, TPTKP, TIPIRING, dan PERDA, Pengendalian Massa (Dalmas), Negoisasi, Pengamanan terhadap proyek vital/ Obyek vital dan Pemberdayaan Masyarakat, Pembinaan Bantuaan Satwa untuk kepentingan Perlidungan, Pengayoman, Pertolongan dan Penertiban Masyarakat.



III. PAM OBVIT



KETENTUAN UMUM



  1. OBYEK VITAL NASIONAL ADALAH KAWASAN/LOKASI, BANGUNAN/INSTALASI DAN/ATAU USAHA YANG MENYANGKUT HAJAT HIDUP ORANG BANYAK, KEPENTINGAN NEGARA DAN/ATAU SUMBER PENDAPATAN NEGARA YANG BERSIFAT STRATEGIS & DITETAPKAN DENGAN KEPMEN/KEPALA LEMBAGA PEMERINTAH NON DEP TERKAIT.

  2. OBYEK VITAL ADALAH KAWASAN/LOKASI BANGUNAN/INSTANSI ATAU USAHA YANG MENYANGKUT HAJAT HIDUP ORANG BANYAK, KEPENTINGAN NEGARA DAN SUMBER PENDAPATAN NEGARA YANG BERSIFAT STRATEGIS.

  3. PENGELOLA OBYEK VITAL NASIONAL/OBYEK VITAL LAINNYA ADALAH PERANGKAT OTORITAS DARI OBYEK VITAL NASIONAL/OBYEK VITAL LAINNYA.

  4. PENGAMANAN ADALAH SEGALA USAHA, PEKERJAAN DAN KEGIATAN DALAM RANGKA PENCEGAHAN, PENANGKALAN DAN PENANGGULANGAN SERTA PENEGAKAN HUKUM TERHADAP SETIAP ANCAMAN DAN GANGGUAN KEAMANAN.

  5. PENGAMANAN OBYEK VITAL NASIONAL/OBYEK VITAL LAINNYA ADALAH SEGALA USAHA, PEKERJAAN DAN KEGIATAN DALAM RANGKA PENCEGAHAN PENANGKALAN DAN PENANGGULANGAN SERTA PENEGAKAN HUKUM TERHADAP SETIAP ANCAMAN DAN GANGGUAN KEAMANAN YANG DITUJUKAN KEPADA OBYEK VITAL NASIONAL/OBYEK VITAL LAINNYA.

  6. ANCAMAN ADALAH SETIAP USAHA DAN KEGIATAN DENGAN SEGALA BENTUKNYA BAIK YANG BERASAL DARI DALAM NEGRI MAUPUN LUAR NEGRI YANG DINILAI DAPAT BERPOTENSI MEMBAHAYAKAN KELANGSUNGAN BESFUNGSINYA OBYEK VITAL NASIONAL/OBYEK VITAL LAINNYA.

  7. GANGGUAN ADALAH TINDAKAN YANG SUDAH NYATA DAN MENIMBULKAN KERUGIAN BERUPA KORBAN JIWA DAN HARTA BENDA SERTA DAPAT MENGAKIBATKAN TRAUMA PSIKIS KEPADA PEGAWAI/KARYAWAN OBYEK VITAL NASIONAL/OBYEK VITAL LAINNYA. TUGAS POKOK PAM OBVIT BERTUGAS MENYELNGGARAKAN KEGIATAN PENGAMANAN OBYEK VITAL YANG MELIPUTI PROYEK/INSTALASI VITAL, VIP, KAWASAN INDUSTRI DAN OBYEK LAINNYA YANG MEMERLUKAN PENGAMANAN KHUSUS