Gara-gara Foto di Sitinjau Lauik, Arteria Dahlan Bikin Kapolres dan Kasatlantas Kena Tegur hingga Mutasi

Gara-gara Foto di Sitinjau Lauik, Arteria Dahlan Bikin Kapolres dan Kasatlantas Kena Tegur hingga MutasiMedia sosial baru-baru ini dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan rombongan kendaraan berhenti di tikungan ekstrem Panorama I Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatera Barat . Dalam rombongan tersebut, tampak politisi PDI Perjuangan sekaligus mantan anggota DPR RI, Arteria Dahlan, ikut serta. Ia bersama rombongan jajaran Komisaris PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang sedang dalam perjalanan menuju Kota Solok untuk kunjungan kerja .

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Reza Chairul Akbar Sidiq, membenarkan bahwa peristiwa itu terjadi pada 6 April 2026 . Dalam video berdurasi singkat itu, sejumlah orang terlihat keluar dari mobil dan berfoto bersama di badan jalan. Sementara itu, kendaraan lain, termasuk truk besar, terpaksa menghentikan lajunya dan mengantre menunggu rombongan selesai berfoto .

Alasan di Balik Penghentian: Miskomunikasi?

Kapolres Solok Kota AKBP Mas’ud Ahmad memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa penghentian itu awalnya tidak direncanakan. Menurutnya, terjadi miskomunikasi antara pihak rombongan dengan petugas pengawal (patwal) di lapangan .

“Pada saat rombongan akan berbelok di tikungan Sitinjau Lauik, karena ada kendaraan dari arah berlawanan, jadi kendaraan patroli kami bukan bermaksud berhenti di situ. Cuma mengambil awalan ke kanan untuk melakukan belokan,” ujar Mas’ud. Namun, saat kecepatan kendaraan dikurangi, rombongan justru turun dan mulai berfoto .

Mas’ud mengakui bahwa anggota patroli sempat mengira rombongan spaceman berhenti untuk memberikan minuman atau bingkisan kepada petugas, seperti kebiasaan yang kadang terjadi di lokasi tersebut . Akibat kesalahpahaman inilah, rombongan pun leluasa berfoto tanpa ada pencegahan dari petugas.

Dampak ke Polisi: Teguran hingga Mutasi

Viralnya video ini langsung berimbas pada jajaran kepolisian. Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Reza, mengaku telah menegur Kapolres Solok Kota dan Kasatlantas atas kelalaian pengawalan tersebut . Ia menginstruksikan evaluasi pelaksanaan tugas pengawalan ke depannya.

Tak berhenti di teguran, Bidang Propam Polda Sumbar segera memeriksa dua personel yang melakukan pengawalan, yaitu Briptu SAN dan Bripda SA . Mereka diperiksa terkait potensi pelanggaran disiplin dan kode etik karena dinilai lalai mengawal rombongan sehingga berhenti di lokasi berbahaya.

Bahkan, dalam perkembangan terbaru, Kasat Lantas Polres Solok Kota, Iptu Akbar Kharisma Tanjung, dimutasi. Meskipin pihak kepolisian menyatakan mutasi ini sebagai hal lumrah dalam organisasi, publik menilai langkah ini tidak lepas dari sorotan tajam atas insiden foto di Sitinjau Lauik .

Arteria Dahlan: Kontroversi Baru dari Politisi Vokal

Ini bukan kali pertama nama Arteria Dahlan menjadi pusat perhatian publik karena kontroversi. Sebelumnya, ia pernah memaki Kementerian Agama dengan kata “bangsat” dalam rapat DPR, serta berseteru dengan ekonom senior Emil Salim yang disebut “pemikirannya sesat” .

Yang paling diingat publik adalah polemiknya pada Januari 2022, ketika depo 10k ia mempersoalkan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang berbicara bahasa Sunda dalam rapat resmi. Pernyataan itu memicu kemarahan masyarakat Sunda hingga Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil, turun tangan .

Kali ini, kontroversi yang menimpanya berbeda. Ia tak mengeluarkan pernyataan keras, tetapi justru diam dan bungkam. Media sudah mencoba mengonfirmasi perihal aksi foto di Sitinjau Lauik, namun Arteria memilih tidak merespons dan hanya membaca pesan WhatsApp .

Bahaya Berhenti di Sitinjau Lauik

Sitinjau Lauik dikenal sebagai salah satu jalur paling ekstrem di Sumatera Barat. Tikungannya tajam dengan sudut sekitar 30 derajat dan kemiringan curam hingga 45 derajat. Jalan ini sangat berbahaya bagi kendaraan besar seperti truk dan bus yang membutuhkan ruang manuver lebar untuk menanjak .

Pengamat Transportasi dari Universitas Bung Hatta, Fidel Miro, mengkritik tajam aksi rombongan tersebut. “Jalan raya bukan tempat rekreasi,” tegasnya. Ia menyoroti bahwa berhenti di tikungan untuk berfoto sangat mengganggu arus lalu lintas dan berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal .

Meskipun rombongan hanya berhenti sekitar satu menit, dampaknya signifikan. Kendaraan besar yang kehilangan momentum bisa gagal menanjak, apalagi di jalur yang ekstrem seperti Sitinjau Lauik .

Tiga Komisaris Pusri di Balik Viral

Insiden ini juga menguak identitas rombongan Komisaris PT Pusri yang ikut serta dalam perjalanan tersebut. Selain Arteria Dahlan, dua komisaris lainnya adalah Siti Nurizka Puteri Jaya (Komisaris Utama) dan Bambang Supriyambodo .

Siti Nurizka merupakan kader Partai Gerindra yang kini menjabat Komisaris Utama PT Pusri. Sementara Bambang Supriyambodo dikenal sebagai teman lama Presiden Joko Widodo yang kerap mendaki gunung bersama. Kini, ketiganya harus menerima sorotan tajam dari publik karena aksi yang dinilai tidak elok dan membahayakan itu .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *