Viral Pria Bawa Karung di Tambora: Dari Dugaan Mayat Hingga Fakta Biawak Hidup

Viral Pria Bawa Karung di Tambora: Dari Dugaan Mayat Hingga Fakta Biawak Hidup

Viral Pria Bawa Karung di Tambora: Dari Dugaan Mayat Hingga Fakta Biawak Hidup – Belakangan ini jagat media sosial Indonesia dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan seorang pria berjalan sambil memanggul sebuah karung besar di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Video yang terekam oleh kamera pengawas (closed-circuit television / CCTV) ini dengan cepat menjadi viral di berbagai platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook, dengan beragam komentar dan spekulasi dari warganet. Sebagian besar unggahan itu secara cepat menyimpulkan bahwa pria tersebut membawa mayat di dalam karung, sehingga menimbulkan kekhawatiran dan kehebohan di masyarakat. Namun setelah dilakukan klarifikasi oleh pihak berwajib, fakta di balik kejadian tersebut berbeda jauh dari dugaan awal.

Kronologi Kejadian

Pada slot gacor depo 10k Sabtu malam, 7 Februari 2026, sekitar pukul 18.58 WIB, sebuah rekaman CCTV di Gang 2, Kampung Krendang Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, merekam seorang pria berjalan di tengah permukiman sambil memanggul sebuah karung besar. Dalam video tersebut, karung itu tampak berukuran besar dan di balut dengan kain atau koran putih yang membuat bentuknya menyerupai siluet tubuh manusia. Gerak-gerik pria yang sedang menandu karung ini menjadi sorotan karena tampak agak aneh dan mencurigakan bagi warga sekitar.

Video rekaman ini kemudian di unggah oleh akun Instagram @warga.jakbar dan dengan cepat di bagikan secara luas oleh netizen, sehingga memicu berbagai asumsi liar, termasuk dugaan bahwa karung itu berisi jenazah yang di bawa secara diam-diam. Isi unggahan berbagai akun ini makin memperkuat narasi tersebut meskipun belum ada konfirmasi resmi pada awalnya.

Reaksi Warga dan Viral di Medsos

Begitu video tersebut tersebar, respons dari masyarakat pun bermacam-macam. Banyak netizen yang merasa ngeri dan heran melihat bentuk karung itu yang terlihat seperti tubuh manusia. Sejumlah komentar mengaitkan video tersebut dengan berbagai kemungkinan, mulai dari dugaan tindak kriminal hingga cerita-cerita menyeramkan yang kemudian mempercepat penyebaran video di media sosial.

Beberapa unggahan bahkan menampilkan potongan audio atau teks yang menyiratkan bahwa pria itu membawa mayat seseorang, sehingga menambah keresahan publik. Ini menunjukkan betapa cepatnya sebuah informasi yang belum benar kebenarannya dapat menyebar dan menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Klarifikasi Polisi dan Fakta Sebenarnya

Menanggapi viralnya video tersebut, pihak Kepolisian Republik Indonesia melalui Polres Metro Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya segera melakukan klarifikasi untuk meluruskan berbagai spekulasi yang beredar. Menurut keterangan dari Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, barang yang di bawa oleh pria dalam video itu bukanlah jenazah manusia, melainkan seekor biawak hidup yang di bungkus dalam karung. Hewan tersebut berukuran besar dan masih hidup saat di bawa, sehingga bentuknya sempat disalahartikan oleh penonton video.

Polisi menerangkan bahwa pria dalam video yang belakangan di ketahui bernama Dede Suherli (29) adalah seorang warga Jakarta Barat yang sedang membawa kembali biawak tersebut setelah tidak berhasil menjualnya di pasar hewan kawasan Petojo, Jakarta Pusat. Karena tidak memiliki dana untuk transportasi, ia memilih berjalan kaki sambil membawa biawak itu pada Sabtu malam tersebut.

Setelah di lakukan pengecekan langsung ke tempat kontrakannya dan mengonfirmasi identitas serta pakaian yang sama dengan yang terlihat dalam video, polisi memastikan bahwa memang biawak itulah yang di bawa oleh pria tersebut.

Penyebab Kesalahpahaman dan Reaksi Publik

Kesalahpahaman ini bisa di mengerti jika melihat dari bentuk karung yang di bawa oleh pria rtp live tersebut. Karena ukuran biawak yang besar dan posisinya saat terbungkus, bentuknya memang menyerupai siluet tubuh manusia sehingga memicu dugaan awal bahwa yang di bawa pria itu adalah mayat. Bentuk ini terlihat jelas ketika video di lihat tanpa konteks tambahan, terutama di lingkungan permukiman yang padat.

Banyak netizen yang kemudian membagikan kembali video tanpa klarifikasi, sehingga rumor dan asumsi yang salah cepat menyebar. Ini menunjukkan bagaimana informasi di media sosial dapat berkembang menjadi viral meskipun belum terverifikasi kebenarannya. Berbagai komentar dan spekulasi turut menambah suasana heboh di ranah digital, memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh persepsi visual terhadap opini publik.

Respon Polisi dan Edukasi Publik

Selain mengungkap fakta bahwa isi karung itu bukan mayat, polisi juga memberikan edukasi kepada pria yang videonya viral. Dalam beberapa klarifikasi melalui video call, seperti yang di tayangkan oleh akun tertentu di Instagram, pria tersebut pun meminta maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi akibat viralnya video tersebut. Ia menegaskan bahwa niatnya membawa biawak bukan untuk menakut-nakuti atau melakukan tindakan yang salah.

Pihak kepolisian juga menegaskan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyimpulkan sesuatu yang beredar di media sosial. Aparat berharap masyarakat dan netizen dapat lebih bijak dalam memproses serta menyebarkan video atau konten yang belum jelas fakta dasarnya, agar tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu.

Kesimpulan

Kasus viral pria membawa karung di kawasan Tambora, Jakarta Barat, awalnya menghebohkan masyarakat karena adanya dugaan bahwa karung tersebut berisi mayat. Namun setelah di lakukan klarifikasi oleh pihak kepolisian, faktanya benda yang di bawa adalah seekor biawak besar yang masih hidup. Kesalahpahaman ini menunjukkan bagaimana persepsi visual dan narasi cepat dapat memicu viralnya sebuah video di media sosial, padahal konteks sebenarnya berbeda jauh dari dugaan awal.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya verifikasi dan penelusuran fakta sebelum menyimpulkan dan menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya. Semoga kejadian seperti ini dapat mendorong masyarakat lebih cermat dalam menyikapi informasi viral di era digital.

Exit mobile version