2 Siswa SMA di Buleleng Adu Jotos, Ini Penyebabnya

2 Siswa SMA di Buleleng Adu Jotos, Ini Penyebabnya

Baluleleng, Bali – Sebuah video yang merekam perkelahian antar pelajar di kabupaten Buleleng menjadi viral di media sosial pada akhir pekan lalu. Dua siswa SMA di laporkan terlibat adu jotos hingga menyita perhatian masyarakat setelah unggahan video berdurasi hampir dua menit itu viral di berbagai platform online.

Kejadian Viral di Pantai Desa Patas

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (12/12/2025) di sebuah lokasi terbuka di Pantai Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Dalam video yang beredar, tampak dua remaja saling memukul di hadapan puluhan pelajar lain yang menyaksikan dari dekat.

Pihak kepolisian setempat kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan setelah video menyebar luas dan menimbulkan kecemasan di kalangan warga. Identitas kedua siswa terungkap sebagai MK adn KW, keduanya marupakan pelajar dari SMA Negeri 1 Gerokgak.

Baca Juga: Viral Kakek Pemikat Burung Cendet di Baluran

Penyebab Perkelahian: Permasalahan Asmara

Berdasarkan hasil penelusuran yang di lakukan oleh Kapolsek Gerokgak, Kompol I Made Derawi, perkelahian itu di picu oleh masalah hubungan asamra yang melibatkan kedua siswa tersebut. Kesalahpahaman perasaan dan emosi yang memuncak di yakini menjadi faktor utama yang membuat keduanya terlibat adu fisik.

“Peristiwa itu berawal dari masalah hubungan dengan seorang perempuan, sehingga terjadi salah paham dan emosi yang tidak terkendali hingga berujung perkelahian,” terang Kompol Derawi kepada wartawan.

Penanganan Pihak Sekolah dan Kepolisian

Menanggapi kejadian ini, pihak sekolah bersama kepolisian bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah secara damai. Sabtu (13/12/2025), sebuah mediasi di gelar di lingkungan SMA Negeri 1 Gerokgak yang di hadiri oleh kedua siswa, orang tua atau wali masing masing, perwakilan sekolah, serta aparat kepolisian.

Mediasi ini di pimpin langsung oleh kepala sekolah dan di hadiri oleh Kapolsek Gerokgak. Dalam kesempatan tersebut, kedua siswa menyampaikan permohonan maaf kepada satu sama lain dan menyatakan komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan serupa. Mereka juga menandatangani surat pernyataan damai di hadapan semua pihak yang hadir.

Pihak sekolah menegaskan bahwa sanksi yang di berikan bersifat edukatif, dengan penekanan pada pembinaan akrakter dan pengendalian emosi, sesuai dengan tata tertib yang berlaku di sekolah. Kepolisian juga memberikan imbauan kepada seluruh pelajar agar mengindari tindakan kekerasan dan menyelesaikan konflik dengan cara yang lebih dewasa.

Dampak dan Respon Masyarakat

Video perkelahian ini menyita perhatian warganet dan masyarakat lokal. Banyak komentar di media sosial yang mengkritik tindakan kekerasan fisik, namun ada juga yang menyerukan pentingnya pembinaan terhadap remaja dalam hal manajemen emosi dan hubungan sosial.

Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya pesan orang tua, guru, dan lingkungan sekolah dalam mendampingi siswa menghadapi konflik pribadi. Terutama berkaitan dengan kehidupan percintaan di usia remaja. Pendidikan tentang penyelsaian masalah secara damai dan pengendalian emosi menjadi aspek yang di tekankan oleh banyak pihak pascakejadian ini.

Harapan ke Depan

Dengan selesainya proses mediasi, semua pihak berharap insiden serupa tidak terulang kembali. Sekolah menyatakan akan meningkatkan program bimbingan dan konseling, termasuk pembinaan karakter, agar lingkungan belajar tetap aman dan kondusif bagi seluruh siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *