Viral! Voice Notes Terakhir Ervina Korban Kebakaran Terra Drone

Viral! Voice Notes Terakhir Ervina Korban Kebakaran Terra Drone

Pada 9 Desember 2025, sebuah kebakaran hebat melanda gedung kantor PT Terra Drone indonesia yang berlokasi di Kemayoran, Jakarta Pusat. Api mulai berkobar sekitar tengah hari dan dengan cepat meyebar ke beberapa lantai bangunan enam hingga tujuh tingkat tersebut. Dalam tragedi itu, 22 orang di nyatakan tewas, termasuk Ervina (25 tahun), salah satu karyawan yang berada di dalam gedung saat kejadian.

Tim pemadam kebakaran berhasil memadamkan api setelah beberapa jam, namun sebagian beasr korban tidak tertolong karena terperangkap asap tebal dan gas berbahaya di dalam gedung. Kebanyakan jenazah korban di temukan dalam kondisi asap pekat yang memenuhi ruangan, menunjukkan bahwa asap dan karbon monoksida menjadi penyebab utama kematian.

Baca Juga: Viral! Konten Kreator Resbob Bikin Heboh Usai Hina Suku Sunda

Voice Note Terkahir Ervina yang Bikin Publik Terharu

Salah satu bagian kisah yang paling menyentuh publik adalah voice note terakhir yang di kirim oleh ervina ke group WhatsApp keluarga pada saat kebakaran terjadi. Berdasarkan penuturan kakaknya, Ferry, Ervina sempat mengirim pesan suara ini saat api dan asap mulai mengepung ruangan tempat dirinya berada.

Dalam rekaman yang di putar keluarga, terdengar suara Ervina yang panik dan menyerahkan segala upaya yang bisa di lakukan untuk bertahan hidup. Ia juga sempat meminta maaf kepada keluarga karena situasi yang tak lagi bisa ia kendalikan.

“Gua udah nggak tahu lagi ya… Gua udah bener bener nggak bisa ngapa-ngapain ini… Maaf banget gua… gua nggak tahu lagi nih,” demikian isi perkiraan pesan suara yang di dengarkan oleh keluarga.

Setelah mengirim pesan tersebut sekitar 13.15 WIB, ponsel Ervina tidak bisa lagi di hubungi, dan kontaknya hilang.

Identifikasi Korban dan Duka Keluarga

Seluruh jasad korban telah di identifikasi oleh tim Disaster Victim Idetification (DVI) Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, lalu di serahkan kepada keluarga masing masing. Di antara 22 korban tewas tersebut, terdapat 15 perempuan dan 7 laki laki, termasuk rekan kerja Ervina.

Suasana duka menyelimuti keluarga korban. Keluarga Ervina dan kerabatnya harus menerima kenyataan pahit dan mencoba tabah menghadapi kehilangan yang tak terduga akibat kecelakaan kerja ini.

Penyebab dan Penanganan Kasus

Penyelidikan resmi yang di lakukan polisi menemukan bahwa mayoritas korban meninggat akibat keracunan asap (CO), bukan karena luka bakar langsung. Ini menunjukkan bahwa asap tebal yang meemenuhi bangunan menjadi faktor paling fatal dalam insiden ini.

Selain itu, penyidik telah menetapkan Direktur Utama Terra Drone Indonesia seabgai tersangka terkati kelalaian pengelolaan keselamatan kerja dan bangunan. Pihak kepolisian menyebut ada sejumlah pelanggaran dalam penerapan standar keselamatan, termasuk sistem evakuasi dan penyimpanan bahan berbahaya. Sehingga berkontribusi pada tingginya korban jiwa.

Respons Pemerintah dan Evaluasi Keselamatan

Peristiwa ini memicu tanggapan dari pejabat tinggi negara. Pemerintah menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap protokol keselamatan bangunan dan sistem pencegahan kebakaran di seluruh indonesia agar tragedi serupa tidak terulang.

Langkah tersebut mencakup pemeriksaan standar keselamatan gedung, pelatihan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang lebih ketat, serta kesiapan jalur evakuasi darurat yang efektif di setiap tempat kerja.

Pelajaran Berharga dari Tragedi Terra Drone

Kebakaran di Terra Drone bukan hanya sekedar berita tragis, tetapi juga pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan yang kuat di tempat kerja. Semua pihak, dari perusahaan hingga regulator. Harus memastikan bahwa protokol keselamatan di patuhi secara ketat untuk melindungi nyawa para pekerja.

Kisah voice note terakhir Ervina yang viral juga mengingatkan kita bahwa setiap tragedi tida hanya soal angka, tetapi melibatkan manusia yang memiliki keluarga, harapan, dan cerita yang layak di hormati. Dengan memahami fakta kejadian secara benar dan bijak, masyarakat dapat mengambil pelajaran penting demi keselamatan bersama.

Viral! Sungai Ciwidey Meluap, Warga Mengungsi

Ciwidey, Bandung – Warga di sebagian wilayah Ciwidey, Kabupaten Bandung, di guncang oleh peristiwa luapan air sungai yang tiba tiba dan deras baru baru ini. Fenomena yang sempat viral di media sosial itu membuat warga panik dan bergegas menyelamatkan diri serta harta benda mereka. Video yang beredar memperlihatkan air sungai berwarna cokelat keruh turun dengan cepat ke pemukiman penduduk, di sertai suara kepanikan warga yang merekam kejadian tersebut.

Kronologi Kejadian

Peristiwa luapan air sungai di Ciwidey dilaporkan terjadi awal Desember 2025, menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan Bandung Selatan selama beberapa hari. Curah hujan tinggi ini membuat volume air sungai meningkat tajam dan melampaui kapasitas alur di beberapa titik.

Menurut laporan warga, kenaikan air pertama terlihat di hulu sungai, kemudian dengan cepat membanjiri wilayah hilir, termasuk pemukiman. Warga yang tengah beraktivitas pagi itu segera mengamankan barang berharga dan membawa keluarga ke tempat lebih tinggi. Video viral memperlihatkan air datang deras, masuk ke gang-gang kecil, dan merendam lantai rumah.

Baca Juga: Viral Preman Peras Pedagang Sayur di Cirebon

Dampak terhadap Warga

Luapan air sungai ini menyebabkan genangan di permukiman warga yang berada di daratan rendah, terutama di sekitar bantaran sungai. Beberapa rumah dan halaman terendam, dan barang barang di rumah menjadi basah serta ada yang rusak. Kepanika warga terlihat jelas saat mereka berupaya mengevakuasi perabotan dan kendaraan dari area yang mulai tergenang air.

Banyak warga mengaku bahwa kejadian ini mengejutkan karena air naik lebih cepat dari prediksi. Kepanikan semakin terasa karena banyak yang tidak siap menghadapi debit air yang tiba tiba berubah menjadi deras, sehingga situasi sangat tegang di lokasi.

Penyebab Luapan Air

Penyebab utama luapan air ini adalah curah hujan tinggi yang terjadi sejak akhir November hingga awal Desember 2025. Debit air di hulu sungai meningkat drastis sehingga kapasitas sungai tidak mampu menampungnya, menyebabkan air meluap ke pemukiman di sekitarnya.

Selain itu, para ahli dan pejabat daerah menyebut alih fungsi lahan serta berkurangnya ruang resapan di kawasan Ciwidey turut memperparah kondisi ini. Gubernur Jawa Barat menyatakan bahwa perubahan penggunaan lahan, termasuk di kawasan PTPN Ciwidey, mengurangi kemampuan tanah menyerap air hujan, sehingga mempercepat aliran ke sungai dan memicu banjir.

Tanggapan Pemerintah dan Upaya Bantuan

Menanggapi kejadian ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Bandung menetapkan status darurat banjir dan longsor mulai 6 hingga 19 Desember 2025. Pemerintah juga menyiapkan relokasi sementara bagi warga di kawasan rawan banjir serta memperkuat tanggul dan sistem pengendali aliran air.

Pihak berwenang mengimbau warga tetap waspada terhadap debit air yang tinggi dan menghindari aktivitas di dekat sungai saat hujan deras. Masyarakat juga di minta memantau kanal resmi untuk informasi cuaca dan peringatan dini bencana.

Kesimpulan

Luapan air sungai di Ciwidey yang viral ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, terutama di wilayah rawan banjir. Bencana ini tidak hanya berdampak langsung pada kehidupan dan harta warga, tetapi juga menekankan perlunya penataan ruang yang lebih baik serta mitigasi bencana berkelanjutan. Masyarakat diimbau selalu waspada dan mengikuti arahan pemerintah demi keselamatan bersama.

Exit mobile version