Viral! Sungai Ciwidey Meluap, Warga Mengungsi

Viral! Sungai Ciwidey Meluap, Warga Mengungsi

Ciwidey, Bandung – Warga di sebagian wilayah Ciwidey, Kabupaten Bandung, di guncang oleh peristiwa luapan air sungai yang tiba tiba dan deras baru baru ini. Fenomena yang sempat viral di media sosial itu membuat warga panik dan bergegas menyelamatkan diri serta harta benda mereka. Video yang beredar memperlihatkan air sungai berwarna cokelat keruh turun dengan cepat ke pemukiman penduduk, di sertai suara kepanikan warga yang merekam kejadian tersebut.

Kronologi Kejadian

Peristiwa luapan air sungai di Ciwidey dilaporkan terjadi awal Desember 2025, menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan Bandung Selatan selama beberapa hari. Curah hujan tinggi ini membuat volume air sungai meningkat tajam dan melampaui kapasitas alur di beberapa titik.

Menurut laporan warga, kenaikan air pertama terlihat di hulu sungai, kemudian dengan cepat membanjiri wilayah hilir, termasuk pemukiman. Warga yang tengah beraktivitas pagi itu segera mengamankan barang berharga dan membawa keluarga ke tempat lebih tinggi. Video viral memperlihatkan air datang deras, masuk ke gang-gang kecil, dan merendam lantai rumah.

Baca Juga: Viral Preman Peras Pedagang Sayur di Cirebon

Dampak terhadap Warga

Luapan air sungai ini menyebabkan genangan di permukiman warga yang berada di daratan rendah, terutama di sekitar bantaran sungai. Beberapa rumah dan halaman terendam, dan barang barang di rumah menjadi basah serta ada yang rusak. Kepanika warga terlihat jelas saat mereka berupaya mengevakuasi perabotan dan kendaraan dari area yang mulai tergenang air.

Banyak warga mengaku bahwa kejadian ini mengejutkan karena air naik lebih cepat dari prediksi. Kepanikan semakin terasa karena banyak yang tidak siap menghadapi debit air yang tiba tiba berubah menjadi deras, sehingga situasi sangat tegang di lokasi.

Penyebab Luapan Air

Penyebab utama luapan air ini adalah curah hujan tinggi yang terjadi sejak akhir November hingga awal Desember 2025. Debit air di hulu sungai meningkat drastis sehingga kapasitas sungai tidak mampu menampungnya, menyebabkan air meluap ke pemukiman di sekitarnya.

Selain itu, para ahli dan pejabat daerah menyebut alih fungsi lahan serta berkurangnya ruang resapan di kawasan Ciwidey turut memperparah kondisi ini. Gubernur Jawa Barat menyatakan bahwa perubahan penggunaan lahan, termasuk di kawasan PTPN Ciwidey, mengurangi kemampuan tanah menyerap air hujan, sehingga mempercepat aliran ke sungai dan memicu banjir.

Tanggapan Pemerintah dan Upaya Bantuan

Menanggapi kejadian ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Bandung menetapkan status darurat banjir dan longsor mulai 6 hingga 19 Desember 2025. Pemerintah juga menyiapkan relokasi sementara bagi warga di kawasan rawan banjir serta memperkuat tanggul dan sistem pengendali aliran air.

Pihak berwenang mengimbau warga tetap waspada terhadap debit air yang tinggi dan menghindari aktivitas di dekat sungai saat hujan deras. Masyarakat juga di minta memantau kanal resmi untuk informasi cuaca dan peringatan dini bencana.

Kesimpulan

Luapan air sungai di Ciwidey yang viral ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, terutama di wilayah rawan banjir. Bencana ini tidak hanya berdampak langsung pada kehidupan dan harta warga, tetapi juga menekankan perlunya penataan ruang yang lebih baik serta mitigasi bencana berkelanjutan. Masyarakat diimbau selalu waspada dan mengikuti arahan pemerintah demi keselamatan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version