Viral! Istri Sah Bela Istri Kedua dari Hujatan Netizen

Viral! Istri Sah Bela Istri Kedua dari Hujatan Netizen

Jakarta — Sebuah video pernikahan seorang pria dengan istri keduanya viral di media sosial dan memicu beragam reaksi netizen. Berbeda dari kasus serupa yang sering memancing hujatan terhadap istri kedua, kali ini istri sah justru membela, menegaskan ia tidak pantas dihujat.

Kronologi Viral di Media Sosial

Kisah ini bermula dari unggahan video di akun TikTok @izma.hm yang memperlihatkan momen ketika seorang pria menikahi perempuan keduanya. Dalam video itu, istri pertama yang bernama izma terlihat ikut mengantar suaminya ke acara akad nikah. Momen ini kemudian menjadi bahan perbincangan di berbagai platform media sosial karena tema poligami yang memang selalu menarik perhatian publik digital.

Baca Juga: Viral! Akad Nikah di Bawah Air Terjun, Netizen Takjub

Komentar netizen makin ramai setelah bagian unggahan yang menunjukkan interaksi antara istri pertama dan perempuan yang menjadi istri kedua beredar luas. Istri pertama bahkan menyebut perempuan itu sebagai “adik madu,” sebuah istilah yang menunjukkan hubungan poligami di luar struktur keluarga inti.

Hujatan Netizen Terhadap Istri Kedua

Begitu unggahan viral, ratusan komentar netizen muncul menyoroti istri kedua. Banyak komentar bernada negatif, bahkan menuduhnya sebagai penyebab potensi retaknya rumah tangga, meski tanpa bukti kuat. Pola komentar ini mencerminkan reaksi publik terhadap kasus poligami: cepat menghakimi tanpa mempertimbangkan konteks. Di tengah kritikan keras, muncul sikap berbeda dari sosok yang biasanya jadi sorotan, yaitu istri sah sendiri.

Sikap Mengejutkan dari Istri Sah

Alih-alih membiarkan hujatan terus menyasar istri kedua, Izma, istri sah dalam video, justru membela dan meminta publik berhenti menghujat. Ia menegaskan di media sosial bahwa keputusan suaminya menikah lagi sudah melalui pembicaraan panjang dan kesepakatan semua pihak.

Ia juga menulis, “Tolong jangan menghujat atau mengkritik adik madu saya. Keputusan suami saya untuk menikah lagi mungkin menimbulkan kesedihan, tapi saya ingin menegaskan bahwa adik madu saya tidak bersalah dan tidak pantas di hujat.” Pernyataan ini menjadi penyeimbang di tengah komentar negatif yang mengemuka di media sosial.

Pernyataan izma ini menjadi sorotan karena jarang sekali seorang istri pertama secara terbuka membela perempuan yang di posisikan sebagai istri kedua. Terutama dalam hubungan poligami yang sering di anggap tabu atau problematis oleh masyarakat luas.

Refleksi Publik dan Nilai Empati

Kasus ini membuka diskusi yang cukup penting mengenai bagaimana netizen memberi respons terhadap kehidupan pribadi orang lain. Respons berlebihan atau komentar yang menghujat dapat berdamak negatif pada kesehatan mental pihak pihak terkait. Adanya pembelaan diri dari istri sah bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya empat dan menghargai keputusan yang telah di buat secara sadar oleh orang dewasa.

Kontroversi ini juga menyoroti bagaimana media sosial bisa dengan cepat menyebarkan opini dan mengubah persoalan pribadi menjadi konsumsi publik. Dalam konteks ini, sikap saling menghormati dan tidak menghujat tanpa dasar adalah nilai yang semakin mendapat perhatian dari berbagai kalangan netizen yang lebih bijak.

Kesimpulan

Kasus viral istri kedua yang di serang netizen namun di bela istri sah menunjuukan dinamika sosial yang kompleks di era digital. Tidak hanya mengangkat isu poligami. Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya melihat masalah dengan perspektif yang lebih luas dan menghormati pilihan kehidupan orang lain tanpa langsung menghakimi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *